1. Ketahui seks dan penuaan
Studi menunjukkan bahwa
pria di atas umur 50 tahun memiliki harapan hidup lebih lama jika mereka
minimal mengalami orgasme dua kali dalam sebulan. Sedangkan, bagi
penderita serangan jantung, kemungkinan mereka bisa bertahan lebih lama
jika berhubungan seks secara teratur.
Proses alami penuaan pria
biasa dialami setelah mereka berusia 40 tahun di mana pembuluh darah
mereka pun mulai 'menua' dan memiliki simpanan lemak lebih banyak dan
mempengaruhi aliran darah ke penis lalu menempatkan pria pada risiko
disfungsi ereksi.
Terbentuknya jaringan lemak atau pengerasan
arteri konsekuensial bisa disebabkan obesitas, hipertensi, kurang
olahraga, atau konsumsi makanan tinggi lemak jenuh. Seiring berjalannya
waktu, testis pria juga mungkin tidak mampu menghasilkan banyak
testosteron sehingga sulit bagi penis untuk bisa ereksi. Olahraga
teratur dan rutin bercinta bisa jadi salah satu kunci umur panjang Anda.
2. Atur waktu tidur
Saat
tidur, tubuh kita melakukan pemeliharaan dan perbaikan sel serta
jaringan, termasuk organ seksual. Sepanjang malam, pria sehat mengalami
ereksi yang dianggap penting untuk kesehatan jaringan penis. Jika
seorang pria tidak tidur dengan baik dan melewati fase REM (siklus saat
tidur di mana pembuluh darah melebar).
Akibatnya, jaringan di
sekitar penis bisa kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga menyebabkan
kerusakan dan mempengaruhi kemampuan penis untuk menjadi kaku. Pria yang
tidak mengalami ereksi normal selama tidur sering mengalami kesulitan
untuk mempertahankan ereksinya dalam keadaan terjaga
3. Jangan stres
Setiap melakukan hubungan seksual,
hormon luteinizing (pusat nafsu dan gairah seks) akan dilepaskan. Takut
gagal dan cemas akan performanya di ranjang, bisa mengganggu produksi
adrenalin dan bisa mempengaruhi kemmapuan pria untuk mempertahankan
ereksi. Hormon luteinizing yang lebih rendah bisa menambah kecemasan dan
justri mengurangi keintimannya dengan pasangan.
4. Perhatikan kesehatan jantung
Kondisi
kesehatan yang mempengaruhi ereksi biasanya disebabkan oleh serangan
jantung dan stroke. Bahkan 90 persen pria dengan disfungsi ereksi
memiliki faktor risiko penyakit jantung. Studi menunjukkan kelompok pria
dengan penyakit arteri penis, 50 sampai 75 persen juga mengalami tahap
awal penyumbatan pembukuh darah di sekitar jantung. Maka dari itu, pria
harus belajar mengatasi sumber masalah ereksi mereka setidaknya dengan
menjaga gaya hidup yang mempengaruhi sistem kardiovaskularnya.
5. Seks, seks, dan seks
Seks
adalah sesuatu yang menyehatkan dan merupakan bagian alami dari
kehidupan. Seks membantu menjaga alat vital pada tubuh, memperbaiki
kualitas tidur, membantu mengurangi kecemasan, dan meningkatkan rasa
percaya diri. Studi menunjukkan bahwa pria yang menikmati kehidupan seks
yang aktif umumnya memiliki kesehatan fisik dan emosiaonal yang baik.
Makanan
yang tepat dan olahraga teratur adalah kunci tepat guna menjada sistem
kardiovaskular untuk sehat secara optimal, termasuk memelihara
organ-organ yang penting pada tubuh. Dengan membuat beberapa perubahan
gaya hidup yang sederhana, pria bisa mencegah dan mengatasi kondisi yang
menurunkan kesehatan serta fungsi ereksi mereka, pada usia berapapun.
Sumber : health.detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar